Diberdayakan oleh Blogger.

Pahlawan Terbaik.

Assalamualaikum WarahmatullahiWabarakatuh
Selamat Malam 
dan Salam Sejahtera bagi kita semua.

Baikah, ini adalah postingan ke tiga saya yang akan membahas tentang Pahlawan (menurut vesi saya). PAHLAWAN, mungkin kata itu tidak lah asing bagi teman-teman semua. Menurut saya Pahlawan yang berjasa bagi setiap anak maupun saya ialah Orang Tua. Orang Tua itu terdiri dari Ayah dan Ibu. Ayah ialah seseorang yang bekerja banting tulang untuk dapat mengidupi keluarga dan anaknya. Dan Ibu ialah seseorang yang mengasihi dan mengajarkan hal positif bagi anaknya.Orang tua memiliki tanggung jawab untuk mendidik, mengasuh dan membimbing anak-anaknya untuk mencapai tahapan tertentu yang menghantarkan anak untuk siap dalam kehidupan bermasyarakat. 
Dan Pahlawan nya ialah " Ayah" .
Beliau bernama Bpk. H. Asriyal, ST.MM, ia lahir di Padang, 4 Agustus 1957. Lahir dari pasangan Bapak H. Sidi Yachyar dan Ibu Rosnidar. 
Dan beliau ini memulain menemuh pendidikannya pada SD Dokter Rivai (Bandung), dilanjutkan ke jenjang SMPN 2 Baturaja, dan ke STM N 1 Palembang. Kenudian ia melanjutkan pendidikannya kembali di AKPU JABAR (D3), Universitas Taman Siswa Palembang (S1), STIE Trisna Negara (S2).
Beliau memilih untuk menjadi Sarjana Tekhnik karena beliau gemar dan memiliki keunggulan dalam bidang tersebut. Beliau memberikan banyak ilmu dan pengalaman berharga untuk saya dan adik/kakak saya. Ia selalu memberikan motivasi dan mengajarkan banyak hal, dan menjadi sosok penerang bagi kami semua. 



 Dan dalam kehidupannya beliau didampingi oleh seseorang Istri yang bernama Hj. Martalena, S.Pd. Dan mereka dianugerahi Empat orang anak, yang bernama: Mutiara Pertiwi, Marissa Asmaryuni, Muhammad Irfan, dan Nadhira Nur Oktasya.


Budi Jasa seorang Orang Tua setinggi Gunung, Kita semuanya harus membalasnya dengan Segenap Jiwa... Ayah dan Ibu bagaikan Langit dan Bumi, Sungguh besar Jasa Beliau . Dengan raga ini amalkan Bakti Besar bagaikan menghormati Langit Dan Bumi.

Demikianlah postingan dari saya, apabila ada penulisan kata yang kurang berkenan saya mohon maaf.
Terma Kasih

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Selamat Malam

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kegiatan Bulan Bahasa di SMA N 1 Belitang






Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Selamat Malam
Salam Salam Sejahtera untuk kita semua.

Baiklah, kali ini saya akan memposting Kegiatan Bulan Bahasa di SMA N 1 Belitang. Bulan Bahasa ialah menjadi acara tahunan di SMA N 1 Belitang,  yaitu agar Pemuda Indonesia khususnya Siswa/i SMA N 1 Belitang, lebih dapat  menamankan rasa cinta akan Bahasa Indonesia dan unsure-unsur yang terkait didalamnya. Sekaligus dalam rangka memperingati Hari "Sumpah Pemuda"  yang jatuh pada tanggal 28 Oktober .

A.Sejarah Bulan Bahasa

Bulan Oktober adalah bulan yang memiliki makna sejarah sangat besar bagi bangsa Indonesia, karena pada tanggal 28 Oktober 1928 telah tercetus sebuahkomitmen para pemuda Indonesia yang kita kenal dengan
SUMPAH  PEMUDA.
.Salah satu bunyi butir sumpah yang disepakati para pemuda saat ituadalah
“Menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia”.
Darisinilah, maka bulan Oktober dikukuhkan sebagai Bulan Bahasa.Seiring berjalannya waktu, sepertinya kita perlu intronspeksi diri mengenaisejauh mana kecintaan kita dan kepedulian kita terhadap bahasa Indonesia.Sebab dalam kehidupan sehari-hari masih sering kita jumpai masyarakat kitayang mempunyai anggapan negatif terhadap bahasa Indonesia. Antara lain,bahasa Indonesia dianggap kurang ilmiah dan kurang intelek dibanding denganbahasa Inggris, bahasa Indonesia tidak perlu dipelajari karena bahasaIndonesia adalah milik sendiri, dan sebagainya.Pernahkah kita membayangkan, bagaimana seandainya bangsa Indonesiatidak mempunyai bahasa Indonesia? Dari sini perlu kita sadari bahwa padahakikatnya setiap bangsa memerlukan alat tunggal untuk berkomunikasidalam setiap kegiatan warga bangsanya. Sampai-sampai ada ungkapan“rakyat tanpa bahasa nasional hanyalah setengah bangsa”. Sebagai ilustrasi,bangsa Belgia sampai saat ini harus menggunakan dua bahasa resmi (bahasa Perancis dan bahasa Belanda) yang keduanya bukan bahasa asli mereka.Bangsa Swiss terpaksa harus menggunakan empat bahasa sekaligus (bahasa Jerman, Perancis, Inggris, dan Romans) yang keempatnya juga bukan miliknyasendiri. Sedangkan Kanada karena kenyataan historis mengharuskan danmenetapkan dua bahasa resmi (bahasa Inggris dan Perancis) yang keduanya juga bukan bahasa mereka. Terkait dengan hal tersebut, bangsa Indonesiatermasuk bangsa yang beruntung karena memiliki bahasa nasional.
Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional keberadaannya pun memiliki
landasan hukum secara formal yang tertuang dalam Undang-undang Dasar1945. Adanya bahasa Indonesia dapat mempersatukan seluruh rakyatIndonesia yang terdiri dari berbagai suku. Selain itu, dengan memiliki bahasaIndonesia, bangsa Indonesia dapat menunjukkan jati dirinya kepada bangsa
 
B. Kegiatan Bulan Bahasa di SMA N 1 Belitang

Kegiatan Bulan Bahasa yang di adakan di SMA N 1 BELITANG dilaksanakan pada:
 Tanggal: 25, 26, 28 Oktober: 2013
  Hari      :Jumat, Sabtu, Senin
  Pukul  : 13.30 ( Jumat dan Sabtu )
                08.00 ( Senin )

Perlombaan yang diadakan pada tanggal 25 Oktober 2013( Jumat ), antar lain:
  1. Lomba Tutur Cerita Rakyat;
  2. Lomba Cipta dan Baca Puisi;
  3. Lomba Ranking 1;

Perlombaan yang diadakan pada tanggal 26 Oktober  2013( Sabtu ), antara lain:
      1. Lomba MC;
      2. Lomba Lawak;
      3. Lomba Pidato Menirukan Tokoh;

Perlombaan yang diadakan pada tanggal 28 Oktober  2013( Senin ), antara lain:
      Babak Final dari seluruh cabang Perlombaan, kecuali lomba Ranking 1.

Beberapa ini adalah hasil photo/ gambar yang diabadikan pada kegiatan tersebut::



Lomba Tutur Cerita Rakyat  



Lomba Cipta dan Baca Puisi

Lomba Ranking 1

Lomba MC

Lomba Lawak

Lomba Pidato Meniru Tokoh



PANPEL:




 
 


Tambahan:

Pada  tanggal  1 November 2013, telah  diumumkan para pemenangnya. Dan disaat inilah saat-saat yang menegangkan khususnya bagi para Peserta . Para pemenang lomba Bulan Bahasa diumumkan setelah melaksanakan SKJ hari Jumat. Dan ini daftar Pemenang yang sesuai dengan  cabang yang di lombakan:

*Lomba Cipta dan Baca Puisi:
 Juara 1: Kelas XII IPA.4
Juara 2: Kelas XII IPS.4
Juara 3: Kelas XI IPA.4

*Lomba Tutur Cerita rakyat:
Juara 1: XII IPA.3 
Juara 2: XII IPA.5
Juara 3: XI IPA.2

*Lomba Pidato Meniru Tokoh:
Juara 1: X IPA.1
Juara 2: X IPA.6
Juara 3: X IPA.2

*Lomba MC Resmi Berpasangan:
Juara 1: Kelas XII IPA.1
Juara 2: Kelas XII IPA.2
Juara 3: Kelas XII IPA.3

* Lomba Melawak:
Juara 1: Kelas XII IPA.3
Juara 2: Kelas XI IPA.4
Juara 3: Kelas XII IPS.4

Saya ucapkan Selamat bagi para Pemenang. Dan bagi yg belum, janganlah sampai disini saja kita berkarya. Baik maupun tidaknya itu tidak masalah. Yang terpenting kita semua telah Berpartisipasi dalam acara ini.
Mungkin ini saja yg dpt saya posting, mohon maaf kalau ada penulisan kata yg kurang berkenan.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Selamat Malam

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PENTINGNYA PENDIDIKAN KARAKTER BAGI GENERASI PENERUS BANGSA



PENDIDIKAN KARAKTER mulai terdengar sejak tahun 1990-an, terminologi pendidikan karakter semakin nyaring sekarang ini. Adalah seorang Thomas Lickona yang dianggap sebagai pengusungnya melalui karyanya, ''The Retrun of Character Education''. Buku ini membawa perubahan di dunia Barat bahwa pendidikan karakter adalah sebuah keharusan. Dari sinilah awal kebangkitan pendidikan karakter.



Pendidikan Karakter itu bertujuan menjadikan generasi siswa yang unggul dan tangguh serta mempunyai daya saing, dengan memberi pelatihan budi pekerti dan keagamaan yang baik kepada siswa. Sebelum menerapkan pendidikan karakter, para guru sebaiknya memberikan contoh yang baik sehingga apa yang dilakukan tidak sia-sia. Mulai sekarang para guru harus memberi contoh terlebih dulu kepada murid mereka agar pendidikan karakter yang diterapkan pada anak menjadi lebih mudah. Bagi saya pribadi, yang sudah berpuluh-puluh tahun menjadi guru sekolah dasar, saya menilai, program pendidikan karakter sangat tepat diterapkan di sekolah sebagai penyaring arus globalisasi dan kemajuan teknologi. Oleh sebab itu, guru harus dapat memberikan materi saat sebelum mengajar dan menyisipkan pendidikan karakter dan budi pekerti, adat istiadat, budaya daerah dan sopan santun yang merupakan keunggulan untuk diajarkan di sekolah.

Beruntung pengetahuan tentang pendidikan karakter makin komplit setelah saya mendapat kepercayaan dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Provinsi Bali sebagai duta Bali untuk mengikuti pemilihan model terbaik best practise pelaksanaan pendidikan karakter sekolah dasar tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementian Pendidikan Nasional.

Kita tahu, belakangan ini pendidikan karakter sedang gencar-gencarnya dilaksanakan dalam program pendidikan nasional. Pembangunan karakter (character building) melalui pendidikan karakter (character education) dipercaya sebagai keniscayaan apabila Indonesia ingin bermetamorfosa menjadi bangsa mampu berkompetisi dengan bangsa lain di dunia.



Tingkat Dasar

Hal dasar bagi pendidikan karakter, adalah membentuk anak didik yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dalam arti pendidikan ini harus dimulai usia dini. Anak didik di tingkat sekolah dasar, diajarkan keindahan beragama. Perlunya sekolah menyediakan ruang-ruang dan waktu khusus untuk perayaan agama. Karena Indonesia adalah masyarakat majemuk, ada baiknya sekolah ikut terlibat merayakan hari-hari besar agama. Misalnya, merayakan Idul Fitri di sekolah untuk siswa Islam. Merayakan Natal. Dengan kedekatan inilah para siswa otomotatis karakternya terbentuk untuk saling menghargai perbedaan. Dan, sadar bahwa Indonesia adalah kemajemukan. Perbedaan yang ada adalah keindahan. Dengan adanya kesadaran ini tentu akan membuat anak didik terbentuk karakternya untuk saling menghormati dan menghargai antarteman sekelas. Terus berkembang antarkelas. Kelak mereka tumbuh dan berbaur di masyarakat tentu dengan bekal cukup tentang pendidikan karakter yang diselipkan tanpa sadar ditingkat sekolah dasar.

Karakter sebagaimana didefinisikan Ryan dan Bohlin, mengandung tiga unsur pokok, yaitu mengetahui kebaikan (knowing the good), mencintai kebaikan (loving the good), dan melakukan kebaikan (doing the good). Dalam pendidikan karakter, kebaikan itu seringkali dirangkum dalam sederet sifat-sifat baik.

Maka bisa ditarik kesimpulan bahwa pendidikan karakter adalah sebuah upaya untuk membimbing perilaku manusia menuju standar-standar tertentu atau aturan-aturan yang disepakati. Upaya ini juga memberi jalan untuk menghargai persepsi dan nilai-nilai pribadi yang ditampilkan di sekolah. Fokus pendidikan karakter adalah pada tujuan-tujuan etika, tetapi prakteknya meliputi penguatan kecakapan-kecakapan yang penting yang mencakup perkembangan sosial siswa.

Lebih jauh dari itu, karakter bangsa dipercaya akan sangat menentukan kalanggengannya. Apabila sebuah bangsa mengalami kejatuhan karakter, sangat boleh jadi bangsa tersebut akan kehilangan segala-galanya.

Karakter diyakini sebagai kunci penting menjadi sebagai bangsa besar bangsa yang menghargai kemajemukan. Yang memang telah diwariskan untuk bangsa ini, bangsa Indonesia.



Isu


Di samping itu ada satu lagi jenis pendidikan yang sebelumnya juga menjadi isu dalam pendidikan nasinal yakni pendidikan moral. Terminologi pendidikan moral (moral education) dalam dua dekade terakhir secara umum diajarkan di sekolah-sekolah. Pendidikan moral cenderung disampaikan untuk memberi penekanan kepada peserta didik akan nilai-nilai yang benar dan nilai-nilai yang salah.

Berbeda dengan penerapan nilai-nilai itu dalam kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat tidak mendapat porsi yang memadai. Dengan kata lain, sangat normatif dan kurang bersinggungan dengan ranah afektif dan psikomotorik siswa. Namun demikian, terminologi ini bisa dikatakan sebagai terminologi tertua dalam menyebut pendidikan yang bertujuan mengajarkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan manusia.

Oleh karenanya para ahli berpendapat bahwa pendidikan karakter memiliki makna lebih tinggi daripada pendidikan moral. Karena dalam pendidikan karakter, di sana tidak hanya mengajarkan mana yang benar dan mana yang salah, pendidikan karakter menanamkan kebiasaan (habituation) baik sehingga siswa didik menjadi faham, mampu merasakan, dan mau melakukan yang baik. Kalau moral adalah pengetahuan seseorang terhadap hal baik atau buruk, sedangkan karakter adalah tabiat seseorang yang langsung bersumber dari otaknya.

Maka apabila para peserta didik terus menerus diberi asupan pendidikan karakter secara konsisten, tentunya akan menghasilkan peserta-peserta didik yang berkarakter.

Mantan Menteri Pendidikan kita, M Nuh mengungkapkan, budaya terbagi menjadi dua aspek, yaitu budaya sebagai tontonan dan budaya sebagai tuntunan. Budaya sebagai tontonan mengandung nilai ekonomis dan bukan bagian dari kita, melainkan masuk dalam Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Sementara, budaya sebagai tuntunan, erat kaitannya dengan nilai-nilai yang dikandung di dalamnya. Maka, sesuai jika dimasukan dalam bidang pendidikan.

Nilai-nilai budaya, seperti kejujuran dan kesetiakawanan inilah yang akan dibangun dalam diri para pelajar agar sesuai dengan pendidikan karakter yang sedang digalakkan untuk siswa di Indonesia.

Mengenai, penambahan bidang budaya dalam Kemedikbud ini, lanjutnya, memiliki tiga tujuan utama. Pertama, membangun nilai kebudayaan yang melekat dalam pendidikan sesuai dengan pendidikan karakter dan diaplikasikan dalam budaya sekolah (school culture). Untuk menumbuhkan nilai kecintaan anak-anak terhadap budayanya sendiri. Salah satunya dengan mengunjungi museum yang merupakan tempat penyimpanan warisan bangsa. Hal ini juga telah diperkenalkan pada sekolah yang saya pimpin. Ada waktu jeda setelah UTS (Ulangan Umum Semester) biasanya anak-anak mengunjungi objek wisata seperti Desa Budaya Kertalangu, Museum Bali, Taman Makam Pahlawan Margarana. Hal ini bisa jadi pegangan mereka untuk menyeimbangkan antara akademik dan sosial.

Pendidikan karakter bagi saya adalah solusi untuk memberi ruang-ruang baru dan penyegaran yang komprehensif bagi anak-anak, terutama di tingkat sekolah dasar. Perkembangan budaya kosmopolit, kapitalisme, ekonomi global, dan pesatnya perkembangan teknologi tidak akan membuat anak-anak menjadi cyborg. Pendidikan karakter cara tepat untuk mengontrol siswa menjadi lebih baik dan humanis. Penerapan-penerapannya memang perlu diambil oleh sekolah. Sosialisasi dengan tugas berkelompok, misalnya: di sekolah yang saya pimpin anak-anak ditugaskan untuk berlatih table manner menyiapkan menu empat sehat lima sempurna berkelompok. Masing-masing anak membawa minuman, makanan, buah yang bisa dimakan bersama teman dan guru dalam menja makan. Untuk religius, mengucapkan selamat hari raya. Anak-anak yang merayakan hari raya disuruh berdiri di depan kelas, siswa yang berbeda agama menyalami. Terlihat kecil memang. Tapi efeknya tetap tumbuh sesuai pertumbuhan anak-anak. Mengumpulkan supermi, atau alat tulis kemudian disumbangkan pada yang membutuhkan.Pendidikan karakter, memang cara tepat dan cepat untuk memproteksi anak dari hal-hal negatif. Dan sekolahlah tempat menggalinya.

18 Nilai Pendidikan Karakter Bangsa Sebagai Salah Satu Antisipasi Tawuran Pelajar

1. Religius


2. Jujur


3. Toleransi


4. Disiplin


5. Kerja Keras


6. Kreatif


7. Mandiri


8. Demokratis


9. Rasa Ingin Tahu


10. Semangat Kebangsaan


11. Cinta Tanah Air


12. Menghargai Prestasi


13. Bersahabat/Komunikatif


14. Cinta Damai


15. Gemar Membaca

16. Peduli Lingkungan


17. Peduli Sosial


18. Tanggung Jawab



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS